.

UNDERWRITING dan KLAIM

UNDERWRITING

I. Pengertian Underwriting

  • Penilaian dan penggolongan tingkat resiko yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok calon peserta dalam pengajuan asuransi
  • Pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak resiko tersebut.

II. Tujuan Underwriting

  • Memberikan perlindungan terhadap klaim-klaim dari calon peserta yang sejak dini sebenarnya bisa diprediksi
  • Melakukan underwriting yang wajar  dan sesuai dengan kebijakan perusahaan dalam menetapkan premi

III. Pada saat penerimaan

  • Harus menjadi tujuan underwriting untuk sedapat mungkin menerima permintaan asuransi dari calon peserta
  • Informasi yang diperlukan underwriting harus dibatasi kepada hal-hal yang benar-benar diperlukan. Tambahan informasi diperlukan hanya jika mempunyai hubungan yang relevan dengan keputusan akhir
  • Biaya dan kesulitan untuk memperoleh beberapa informasi tambahan harus dipertimbangkan dengan baik
  • Beberapa kasus memang harus ditolak, akan tetapi lebih baik mengenakan kondisi yang sangat berat daripada menolaknya.

IV. Pembagian kegiatan underwriter

  • Field Underwriting , yaitu marketing
  • Verifikasi berkas dan data aplikasi
  • Mengumpulkan informasi dalam rangka pengambilan keputusan yang benar
  • Membuat keputusan underwriting (menerima, menolak, extra premi)

V. Penilaian dan Penggolongan Resiko

Risk Assesment (penilaian resiko) dilakukan terhadap seluruh aspek yang dapat menimbulkan atau meningkatkan terjadinya musibah, yaitu keadaan kesehatan, riwyat keluarga, pekerjaan, hobi/kesenangan, gaya hidup,termasuk penilaian atas anti selection dan moral hazard.

Penggolongan resiko adlah proses klasifikasi calon peserta yang memiliki tingkat resiko yang sama digolongkan dalam kelas yang sama.

Risk class adalah sekelompok peserta yang memiliki tingkat resiko yang hampir sama.

VI. Tingkat penggolongan resiko

  1. Preferred Class.
  2. Standard Class
  3. Substandard Class
  4. Declined Class

VII. Sumber informasi underwriting

    1. SPA (aplikasi)
    2. laporan pemeriksaan kesehatan
    3. keterangan dokter pribadi
    4. keterangan agen

VIII. Proses Underwriting

  1. menerima aplikasi
  2. analisa kelengkapan data
  3. input
  4. seleksi resiko
  5. otorisasi dan akseptasi
  6. verifikasi
  7. percetakan polis dan kuitansi premi
  8. penyerahan polis dan premi ke cabang

KLAIM

  1. I. Pengertian
  • Klaim merupakan hak peserta / ahli waris atas manfaat asumsi
  • Perusahaan sebagai pengelola membayarkan manfaat sesuai dengan yang telah diperjanjikan
  • Yang ditunjuk tidak memilki hak mutlak, tapi sebgai wakil saja
  1. II. Manfaat Asuransi
    1. Manfaat kehidupan
  • Adalah hak peserta
  1. Manfaat asuransi kematian
  • Manfaat asuransi merupakan harta warisan
  • Manfaat asuransi dapat juga merupakan wakaf/wasiat
  • Manfaat asuransi diberikan sesuai dengan terjadinya risiko yang didefinisikan
  • Manfaat atas premi saving diberikan berdasarkan akumulasi dana yang ada

III. Admistrasi Klaim yang efektif

  • Segera membayar semua klaim yang sah dengan nilai yang pantas
  • Menolak klaim yang tidak masuk dalam pertanggungan/yang merupakan penipuan

IV. Proses Klaim

  1. Terima berkas dari Customer service
  2. Memeriksa kelengkapan klaim
  3. Analisa klaim
  4. input
  5. otorisasi dan verifikasi
  6. pembayaran (keuangan)

( Merupakan Resume catatan saya hasil praktikum Asuransi Syariah dengan tema “Underwriting dan Klaim” di semester 7 perkuliahan)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: